Jumat, 04 Mei 2012

- -

Sebuah kenangan memang tidak akan pernah hilang dari pikiran kita. Kenangan juga tidak dapat dihapus begitu saja. Kenangan adalah sesuatu yang membekas yang sangat sulit untuk tersenyum ketika mengingatnya, apalagi saat kenangan itu bukanlah sesuatu yang baik, bukan sesuatu yang bagus, bukan sesuatu yang membuatmu bahagia. Kenangan masih bisa kita bahas bersama orang-orang yang tinggal didalamnya selama kenangan itu masih ada. Tapi bagaimana kalau orang yang hidup dalam kenangan itu sudah tidak ada di dalam kenyataan? Apakah bisa kita bicara secara leluasa dengannya? Mengenang masa - masa bersama orang itu yang dulu terasa indah?

    Aku sangat berharap kalau- kalau kita bisa berbicara tanpa jarak yang jauh bersama orang yang telah menghilang. Menghilang ke tempat yang begitu jauh sampai kita tidak bisa menjangkaunya lagi. Aku ingin agar orang - orang yang telah mengihlang atau yang telah mendapatkan kehidupan barunya tetap bisa membuat kenangan bersamaku. Ini sungguh hal mustahil. Ya, kurasa khayalan ku sudah terlampau jauhnya. Aku tak bisa membohongi mimpi - mimpiku kalau aku tetap ingin orang itu masih ada di bumi. Aku tidak mau hodup di alam yang berbeda dengannya. Aku mau dia kembali kesini, tepat di mana aku berada. Atau haruskah aku yang menyusulnya kesana? ketempat yang tak bisa ku jangkau dengan kemampuan manusia?

    kehidupan kami telah berbeda. Aku dan dia tidak lagi sama. Aku tidak tahu sekarang dia sedang menjalani kehidupan barunya dengan tata cara yang seperti apa. Yang aku tahu dan aku harap, dia tetap bahagia disana. Tetap tersenyum walau dia telah melupakanku tetap menjadi dia yang dulu yang aku kenal di bumi. Tak pernah sedikit pun aku berdoa agar dia berubah. Aku suka dengan dia yang apa adanya. Aku suka semua yang dia lakukan. Aku suka senyum itu. Senyum yang saat ini hanya bisa aku temukan di dalam foto atau kenanganku. Karena si pemilik senyuman itu sudah tidak bisa memberikan senyuman itu lagi kepadaku. Pasti sekarang dia sudah membagi kepada orang - orang di alamnua. Aku senang, setidaknya aku tahu senyuman itu tak luput darinya. Aku harap begitu.

Sabtu, 21 Januari 2012

cinta-Nya

ketika hati terasa hambar,
ketika harapan seakan pergi,
ketika angin pun tak dapat aku rasakan,
ketika airmata berlari begitu cepat di pipiku,
ketika sepatah kata pun tak dapat aku ucapkan,
dan ketika hanya hati yang bisa menangis,
saat itu aku merasakan satu sentuhan..

sentuhan yang mengubah hidupku
sentuhan yang membuat aku bia kembali meraba
membuat ratapanku menjadi sukacita
sentuhan yang telah membalut luka hatiku
menghentikan tetesan airmataku
menghangatkan tubuhku
yaitu cinta-Nya..

cinta-Nya yang akan selalu ada
cinta-Nya yang membawa aku kedalam dekapanNya
cinta-Nya yang memuaskan hatiku
cinta-Nya yang membuat harapanku kembali
cinta-Nya yang membuat aku mampu berdiri
cinta-Nya yang bisa membuat aku tersenyum
cinta-Nya yang membuat duka menjadi suka

aku sadar,
meski aku punya kaki, aku tidak bisa berjalan
mempunyai mata tapi tak bisa melihat
punya hati tapi tak dapat merasakan,
karena hanya cinta-Nya yang menyempurnakan..
menyempurnakan tiap titik hidupku,
terimakasih Tuhan,
ini aku, milik-Mu

I LOVE YOU JESUS! :D

thanks for reading!

by: Hana Permata Christy S.

kamu

kamu seperti bayangan yang tidak bisa aku hindari,
berusaha aku hindari,
berusaha melepaskan diri dari belenggumu,
lari sejauh mungkin
tapi tetap saja
bayangan mu melekat kuat

kamu seperti angin yang takkan bisa lepas dariku
berusaha membuat ruang sekeci lmungkin
agar bisa terlepas darimu
tapi sama saja
anginmu tetap melingkupiku

kamu seperti debu yang mengelilingiku
meski aku sulit untuk melihatmu, tapi tak bisa aku pungkiri..
aku tidak bisa membinasakan debu
sama seperti aku tidak bisa membinasakan perasaanku
kepadamu

tapi ada satu hal yang aku suka,
kamu seperti benda-benda langit yang indah..
matahari, bulan, bintang, pelangi..
aku selalu menantikan kedatangan mereka
sama seperti aku menantikanmu

siang hari, kau ada untuk menghangatkanku
dengan sinarrmu,
malam hari kau menemaniku bersama
bintang-bintang temanmu,
sehabis hujan, kamu mengembalikan senyumku
dengan ukiran pelangi indah diatas kanvas langit biru

seperti itulah kamu..
setiap kali aku menghindar,
tiap itulah aku berharap untuk kau
terus mengejarku..
berusaha mengukir sedikit lekukan diwajahku
yang disebut.. senyuman.

thanks for reading!

by: Hana Permata Christy S

Dia Allah!

Haleluya! serukan namaNya!
Dialah Allah kita yang berkuasa
yang Awal dan yang Akhir
Dia yang layak terima hormat dan pujian
S'gala makhluk kan menyembah Dia

akan ada sorak sorai penyambutan dari seluruh penjuru bumi
hanya untuk Dia! Dia yang bertaktah
gerbangNya telah terbuka, pengangkatan terjadi
seluruh umat pilihan akan memakai jubah putih
dan materai akan dicapkan disetiap dahi
tanda bahwa kami milik Yesus

pestaNya telah dimulai!
sangkakala dibunyikan
malaikat menari mengagungkan namaNya
seluruh peserta pesta tersungkur melihat kedatanganNya
menyembah Dia yang Agung
memberikan lagu hormat dan pujuan bagiNya

sungguh,
Dia Allah yang nyata!
Hidup!
dan kini, kita berpesta denganNya
memuliakan dan membesarkan NamaNya
Yesus Tuhan Sang Juru S'lamat
Anak Allah, Anak Domba yang Kudus!
Dia telah datang!
I LOVE YOU JESUS!

thanks for reading!

By: Hana Permata Christy S

Jumat, 06 Januari 2012

I Love You, Pa! (Cerpen)

           Hai! Namaku Clarisa. Clarissa Tiandra Hartanto tepatnya. Aku berumur 16 tahun dan akan menjadi 17 tahun nanti pada tanggal 26 desember! Aku tinggal bersama seseorang yang tidak aku inginkan dan dengan terpaksa aku menyebut dia.. Papa. Aku cuman tinggal sama papa karena mama udah meninggal sejak aku masih kecil. Mama meninggal dalam kecelakaan mobil sama papa 2 tahun lalu. Aku kecewa sama papa, dia sebagai pengemudi harusnya bisa mengemudikan mobil dengan baik, bukan malah melayangkan nyawa manusia lain. Kenapa dalam kecelakaan itu nyawa mama tidak bisa terselamatkan sedangkan papa hanya mengalami lumpuh di kaki? Meskipun kaki kanan papa harus diamputasi tetap saja dia masih bisa hidup tapi mama? Dia sudah berada di alam yang berbeda. Aku sunggu merindukannya. Aku merindukan kebersamaanku dengan mama! Dulu saat papa masih mempunyai fisik yang sempurna dia selalu bekerja kantoran, lupa sama aku dan mama, sibuk mencari benda fana dan tidak memberikan kasih sayang cukup kepadaku. Namun, setelah kecelakaan itu papa tidak lagi bekerja kantoran, dia memilih untuk berkarya sebagai pelukis. Aku tidak suka melukis, aku suka bermain piano. Aku akui, jariku cukup piawai memainkan tuts-tuts piano sehingga menghasilkan melodi yang indah. Dan, aku mendapatkan bakat ini karena keturunan dari orang yang telah membuat mamaku meninggalkan aku. Meskipun sekarang dia memberikan perhatian yang sangat cukup kepadaku, tetap saja aku tidak mau memaafkannya! Mama harus kembali baru aku mau memaafkannya!

        "cla, bangun Cla..tok tok tok! Cla, hayo sudah pagi. Nanti kamu telat loh Cla!"
*clekk* aku membuka pintu kamar ku yang daritadi diketuk oleh seseorang yang menyebalkan itu. Aku hanya menatapnya dengan tatapan sinis. "Eh, kamu sudah bangun Cla. Yasudah kamu siap-siap ya habis itu kamu sarapan bareng papa, oke?" Katanya. Aku hanya memutar kedua bola mataku dan kembali menutup pintu kamar. Aku tidak tahu apa yang sedang ia lakukan sekarang diluar. Paling-paling hanya sedang berjalan kebawah. "Eh, kamu sudah siap Cla? Ayok sarapan sama papa." Kata lelaki yang sedang duduk di meja makan dan menyiapkan sarapan pagi roti untukku dan untuk dirinya. "Aku nggak laper." Kata ku sambil menghempaskan badan ke kursi meja makan. "Loh, kok gitu? Ayok dong kan papa.." "Papa?!" Sela ku, "denger ya OM aku nggak mau manggil OM dengan sebutan 'papa' lagi sebelum mama hidup lagi!" Bentakku. "Maafkan papa, Cla.. Papa tau papa.." Katanya sambil terseduh-seduh tak kuasa menahan tangis, "Papa memang.." "Halah! Udahlah masih pagi aja udah bikin bete. Aku mau pergi sekolah aja. Maa aku pergi ya!" Ucapku. Ya, aku memberikan salam kepada mama. Aku merasa bahwa mama masih ada disitu, dia belum pergi! Dan aku tidak mau memberikan salam kepada bapak itu. Tidak akan! Tidak sudi aku! "Cla biar papa antar!" aku mendengar lelaki itu berteriak saat aku sudah menapakan kaki ku didepan pintu gerbang. Aku terdiam sesaat. "Huh!" Aku menghela nafas dengan kuat dan segera berlari untuk mendapatkan angkutan umum tercepat. Aku tidak sudi diantar dengan orang seperti dia. Saat aku telah masuk kedalam sebuah angkot, aku melihat dia yang lelah didepan pintu gerbang rumah karena lelah mengejarku dengan satu kaki dan dua tongkat yang mengapit di ketiaknya.
"Cla.." Gumam orang itu, "Hati-hati ya nak.." Air matanya terjatuh sedikit demi sedikit.

           Aku menapakkan kakiku diatas aspal jalan. Aku menggerakankan tanganku untuk mengipas leherku yang kepanasan karena kurangnya udara yang kudapat di dalam angkot tadi. Aku berjalan sambil terus mengipas leherku dengan tanganku sampai tiba-tiba.. BUK! "Aw! Maaf..maaf.." Kataku lalu memfokuskan pandanganku untuk melihat siapa orang yang tidak sengaja aku tabrak barusan. Orang itu memutar tubuhnya dan... "Ngapain om kesini?!" Tanyaku ketus, "ini Cla, tadi uang jajan mu ketinggalan jadi papa anter ke sekolah kamu. Takut kamu nggak bisa makan." Jelas nya. Aku mengambil uang itu dengan kasar dari tangannya kemudian masuk kedalam sekolah tanpa meninggalkan sepatah katapun kepada orang itu. "Cla, yang tadi bokap lu?" Kata Nella salah seorang teman sekelas ku. "Bokap? Ha? Orang kayak gitu bokap gua? Haha bukanlah!" Aku berbohong. "Masa sih? Terus dia siapa dong?" Tanya Nella seakan meminta penjelasan yang pasti dariku. "Cuman pembantu gue.." Jawabku singkat. "Ohh. Yaudah deh masuk yuk!" Ajak Nella. Aku hanya menganggukan kepalaku dan ikut jalan bersamanya kedalam kelas.

          Sekolah pun berakhir. Hari ini tidak ada rencana apa-apa dan aku juga tidak punya les. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke rumah, melihat wajah orang itu lagi! Hm! Setiap aku melihat wajahnya, aku selalu teringat akan sosok mama yang selalu menemaniku, aku kangen mama. Sesampainya aku dirumah, aku masuk begitu saja, tidak memberi salam atau pun mencoba mencari sosok lelaki itu. Saat aku menapakan kaki ku di tangga pertama.. "Cla, kok tumben nak pulang cepat?" Kata lelaki itu. Aku tidak berpaling untuk melihat wajahnya, aku juga tidak mengatakan apa-apa, aku teruskan tapakan kaki ku dan berjalan semakin cepat menaiki tangga. Di lantai atas aku mengintip sedikit apa yang sedang dia lakukan. Aku lihat dia mengusap matanya dan kembali berjalan ke arah ruang melukisnya. Aku berjalan ke kamarku untuk mengganti pakaian. Seusai aku mengganti pakaian ku, aku duduk didepan sebuah piano putih yang terdapat di lantai 2 rumah ku. Aku membuka penutup tuts piano dengan perlahan, membuka buku lagu piano ke halaman 16. Pada halaman 16 adalah lagu kesukaan mama, sewaktu dia masih hidup, dia suka sekali memintaku untuk memain kan lagu ini untuknya. Lagu ini berjudul Melody Of Life. Aku sudah hafal dengan tiap not nya sehingga dengan menutup matapun aku bisa memainkannya. Aku bermain dengan begitu rileks. Melepaskan semua rasa kangen, kecewa, dan bebanku diatas tuts-tuts piano. Dibawah, orang itu sedang melukis, dia tersnyum mendengar permainan jariku. Saat lagu Melody Of Life telah selesai aku mainkan, aku hanya berkata, "Ma, aku kangen mama!" Tiba-tiba hujan turun. Aku tidak suka hujan, membuat suasana hatiku semakin merindukan mama. Aku segera masuk ke kamar untuk tidur.

              Hari ini adalah hari les pianoku, hari sabtu. Dan hari ini aku mendapat kabar bahwa, aku akan konser! Iya! 3 bulan lagi aku akan konser! Ha senangnya! Dan tanggal aku konser bertepatan dengan hari ulangtahunku, semoga saja konser ini dapat meninggalkan kenangan manis di ulangtahun sweet 17 ku nanti, setelah 2 tahun tidak merasakan hal yang spesial selama aku ulangtahun karena ditinggal dengan orang yang paling aku sayang. Aku nggak ada niat buat ngasih tau papa tapi dia bisa tau sendiri karena mendengar percakapanku dengan foto mama saat aku ingin memberi tahu kabar bahagia ini. Lagu yang akan ku mainkan juga lagu kesukaan mama! Aku akan terus berlatih! Baiklah aku akan berlatih. Saat aku sedang asik memainkan piano, aku merasa tangan kanan ku begitu gatal, aku terus menggaruknya, aku rasa ini hanya gatal biasa. 1 bulan berlaru dan rasa gatal ini semakin parah hingga merambat ke lenganku, aku tidak tahu apa yang terjadi. Dengan terpaksa aku memberitahukan hal ini kepada papa, dia sangat panik bahkan sampai menangis dan langsung membawaku ke rumah sakit. Kata dokter aku terkena virus yang cukup parah menyebabkan gatal di daerah tangan dan pilihan satu-satunya adalah....amputasi. Kalau aku tidak mau diamputasi, gatal ini akan merambat ke seluruh tubuh, menjadi tambah parah dan bisa menyebabkan kematian. Sungguh hal yang berat untukku. 1 minggu aku mengurung diri dikamar, gatal ini semakin menyakitkan aku, sudah beberapa kali aku mencoba untuk menahan rasa gatal ini tapi aku tak sanggup! Aku berteriak! Berteriak sekeras mungkin agar gatal ini pergi tapi tetap saja tidak berhasil! "AAAAA GUA MAU KONSER! TANGAN GUA SAKIT!" Aku meraung dikamar sedangan papa hanya bisa berdiri diluar memberiku semangat dengan tangisan.

          Tiba saatnya aku harus oprasi. Oprasi berhasil dan aku kehilangan tangan kananku! Padahal tinggal 1 bulan lagi waktu konserku akan tiba. Tuhan tidak adil! Aku sudah bisa beristirahat dirumah setelah rawat inap dirumah sakit selama 1 minggu. Dirumah aku duduk didepan piano, meletakan tangan kiri ku diatasnya. Aku berusaha bermain dengan indah tapi tetap saja! Aku tidak bisa! Aku butuh tangan kanan! Aku menangis dan memencet asal tuts pianoku untuk meluapkan kesedihanku. Dari belakang tiba-tiba aku merasakan pelukan hangat yang tulus. "Papa disini nak.." Kata orang yang memelukku itu. Aku melepaskan diri dari pelukannya, berlari ke kamar dan menangis sepuasnya.

              Keesokan paginya aku mencoba berlatih lagi saat tangan kiriku memencet tuts piano, ada tangan kanan yang ikut menyempurnakannya. Namun, tangan itu bukan tanganku! Tentu saja, aku sudah tidak punya tangan kanan. Dan ternyata itu adalah tangan kanan papa. Dia juga suka main piano dan ahli dalam lagu ini. Aku memainkan bagian tangan kiri dan dia memainkan bagian tangan kanan. Kadang-kadang susah untuk mengimbangi tapi aku rasa ini cukup baik. Saat aku dan dia memainkan piano, ingatan ku kembali kemasa lalu, mengingat semua perbuatan ku yang tak layak aku berikan kepada papa. Membuat aku menjadi merasa bersalah. Aku sadar, aku salah. Permainan berakhir dengan baik. "Papa akan bantu kamu bila kam mau, nak." Katanya dengan mata berkaca-kaca. Aku menatap matanya dalam-dalam dan aku temukan rasa kasih sayang yang begitu dalam dari matanya. Aku memeluknya, dia membalas pelukanku. Dan saat itu aku berkata, "aku sayang papa." Aku menangis dan papa pun ikut menangis, "papa juga sayang kamu, Cla." Untuk pertamakalinya sejak 2 tahun lalu aku tidak mau memanggil dia papa, akhirnya sekarang aku memanggil dia papa. Waktuku tinggal tersisa 2 minggu. Aku dan papa berlatih dengan giat. Hari-hari yang aku lalui jadi semakin ceria bersama dengan dia, ada papa yang selalu mengukir senyumku. Dia mengajak ku melukis, jalan-jalan, dan banyak hal lain.

2 minggu kemudian..

            Aku duduk didepan piano dan ada papa disebelah kanan ku dengan kemeja putih dan jas hitam. Sungguh, dia papa yang gagah. Aku dengan gaun putihku bersiap-siap untuk melakukan pertunjukan. Tangan kanan papa memulai permainan lagu 'melody of life' kami. Aku terus bermain dengan perasaan bahagia, papa juga. Pertunjukan berakhir sempurna, tidak ada kesalahan apapun. Aku dan papa berdiri. Suara ramai dari tepuk tangan para penonton terhenti saat melihat kondisiku yang hanya memiliki satu tangan dan papa yang hanya memiliki satu kaki. Mereka mulai menangis dan terdengar suara tepuk tangan dari satu orang, diikuti oleh beberapa orang hingga semua penonton memberikan tepuk tangan. Aku menangis dan langsung memeluk papa. Dan papa berkata di dalam pelukan, "happy birthday, Cla. Papa sayang kamu." Aku hanya menangis dan mengeratkan pelukanku. Seusai pentas, aku menghabiskan banyak waktu dengan papa dihari ulang tahunku. Aku senang. Aku telah memaafkan papa. Dan aku sadar, seburuk apapun fisik seorang anak, seorang ayah akan selalu ada untuk menyempurnakannya. I love you, Pa!

Rabu, 04 Januari 2012

tangis sang awan

awan menitihkan air mata
membuat pandanganku terarah padanya
ruang rindu dihati semakin kosong
hanya harapan yang tertinngal

akankah aku rapuh layaknya daun?
atau akankah aku kuat bak batu karang?
apakah akan tetap aku buka pintu ruang rindu ini?
atau haruskah ku tutup tiap celahnya?

berjuta tanda tanya berlalu lalang dipikiranku
saat aku lihat sang awan menangis
rasa gundahku seakan tersapu bersamanya
beradu siapa yang lebih kuat

rasa gundah ku menang, tangsi awan mengalah
akhirnya kita berdamai..
tangis awan menemani gundahku
mengingatkan aku bahwa masih ada si pendamai,
harapan..

akhirnya aku tersenyum
nasehat sang awan yang amat bijak
berkata bahwa dia bukan yang terbaik..
bila memang dia, dia pasti akan kembali.

thanks for reading! :)

by: Hana Permata Christy S

Sabtu, 05 November 2011

aku sang pendekar.

anak ku dihamili siapa?!?! Щ(ºДºщ)
ini adalah salah satu contoh kambing galau sebelum dipotong.
angin menerpa rambutnya..
ditatapnya tajam jalanan itu
dihatinya ada keyakinan yang sungguh besar
bahwa dia akan di potong..
tetaplah berjuang kambing gagah..

romansa cinta antar 2 makhluk..
"I LOVE YOU -mu tak cukup bagi kambing."

EDIT!


tanggal dan jam yang bagus (y) haha

Sabtu, 29 Oktober 2011

kamu bisa!

kau bukan lagi seperti rajawali yang kuat
yang bisa menerjang badai kencang
sekarang kau hanya seperti burung merpati
yang lemah dan tak berdaya
ada luka didekat sayap mu

tulangmu rapuh..
harapanmu seakan sirna..
semangatmu kau kubur dalam-dalam
tapi ketahuilah
aku akan ada disini

aku akan menopangmu disaat kau terjatuh
percayalah..
aku akan menumbuhkan kembali semangatmu
percayalah..
sayap mu akan sembuh

jangan pernah menyerah untuk mengapai impianmu
meski sayap itu harus patah sekalipun
kau bisa memakai sayap ku
aku tak segan memberikannya untukmu
karena aku tahu..
keberadaan mu lebih ku butuhkan daripada sayapku

jangan pernah kau akui kekalahan mu pada rasa sakit itu
kalahkan rasa sakitmu
tunjukan padanya bahwa kau lebih hebat
bukan hanya pada rasa sakit itu
tapi juga kepada dunia
sehingga dunia dapat tersenyum bangga padamu
kamu bisa!

thanks for reading!:)

by: Hana Permata Christy S

Minggu, 23 Oktober 2011

sebuah kenangan

dulu aku menahanmu
aku memelukmu didalam hati
tak ada kata untuk melepaskan mu
niat pun tidak

kau selalu mencoba untuk pergi
tak pernah sadar bahwa aku terus memelukmu
entah bagaimana kau berhasil melepaskannya,
melepaskan pelukanku

aku gagal,
gagal mehanmu untuk tetap disini,
disini bersama ku..
aku kalah,
kalah karena membiarkan mu mlelangkah
lebih jauh.. dan semakin jauh

apakah bisa aku menarikmu lagi?
apakah bisa kau berbalik?
apakah pelukanku tak cukup kuat?
atau karena kamu?
karena kamu yang memang tak pernah sadar
bahwa hatiku terus memelukmu?

seharusnya aku sadar
kalau hatimu memang tak pernah membalas pelukanku
tak pernah mencoba untuk menahan ku,
kini pergilah membawa semua kenangan
kenangan yang akan selalu aku simpan
meski kau telah membuangnya

aku tahu bagimu itu semua hanyalah sampah
itu semua bukan hal yang dapat disebut kenangan
karena kau tak akan pernah mengenangnya
mencoba mengintipnya pun kau takmau
biarlah aku yang menjaganya sendiri
meski luka ini semakin membesar saat aku mengenangmu..

thanks for reading!:)

by: Hana Permata Christy S

matahariku

siang ini tak seperti biasanya
matahari pulang lebih awal
awan terlihat murung karena sang matahari
namun angin tetap bermain riang
aku rasa sebentar lagi awan akan menangis

ya, awan itu telah menangis
tangisan itu semakin lama semakin deras
mewakili perasaan ku saat ini
aku memandang keluar jendela
dan ikut menangis bersama sang awan

aku hanya berharap agar sang matahari cepat kembali
menemani gundah sang awan
membuat sang awan terlihat ceria kembali
aku harap matahariku akan segera datang
untuk membuat senyumku terukir kembali

aku tak berani memanggil nama mu agar kau kembali
namun hatiku berteriak
berusaha menahan kepergian mu
meski begitu, aku tak akan pernah berhenti untuk berdoa,
berdoa agar matahariku kembali..


thanks for reading!:)

by: Hana Permata Christy S

Jumat, 21 Oktober 2011

Puisi Yang Tak Terbaca

seorang anak kecil menuliskan beberapa bait di selembar kertas
ditulisnya perlahan setiap kata yang mengandung makna
dengan senyum dan air mata
dengan perasaan bangga yang terus betambah
dengan semangat yang tak akan terhapuskan

dihatinya ada sebuah keinginan
keinginan untuk membuka pintu
pintu hati seseorang
seseorang yang dia sayangi
dia berharap agar puisi itu terbaca

2 buah titik mengakhiri puisi tersebut
senyumnya pun mengembang
berasa berhasil dengan runtutan kata
berlari dengan riang membawa lembaran itu
diteriakknya isi hati anak itu

namun alam berkata lain, angin berhasil merebutnya
merebut karya sang anak
membawa lembaran itu ketempat nan jauh
sampai tak terlihat oleh sang anak
airmatanya berlari dengan cepat dipipinya

puisi itu terhenti..
terhenti disuatu tumpukan sampah
puisi yang telah dibuat dengan tekun
dengan hati yang tulus
dan ternyata puisi itu hanyalah puisi yang tak terbaca

puisi itu diberi judul "pusisi yang tak terbaca"
puisi yang mengungkapkan isi hati seorang anak untuk ibunya
memohon maaf telah membakar semua kebahagian
namun sekarang..
puisi itu hanyalah puisi yang tak terbaca..

thanks for reading!:)

by: Hana Permata Christy S

menunggu hadirmu

aku tahu, menantikan hadirmu bagaikan
melihat mathari terbit dari barat,
bagaikan menunggu bintang tak bersinar lagi
meninggalkan sang rembulan malam

menunggu kau kembali bagaikan
menunggu patung untuk berkedip
menunggu tembok-tembok menghembuskan nafas
bagaikan berharap batu itu akan berjalan

meskipun aku tahu bahwa kehadiranmu hanyalah hal yang mustahil
hal yang tak dapat untuk aku harapkan tetapi
aku tetap percaya, aku tetap berharap
karena aku yakin bahwa kau akan kembali lagi

aku percaya.. kembalinya dirimu disisiku adalah kejadian
yang menghapuskan kata kemustahilan
aku percaya.. saat kau kembali,
kata kemustahilan itu akan kembali dipertanyakan
karena hadirmu adalah suatu kemustahilan..

thanks for reading!

by: hana permata christy S

Minggu, 16 Oktober 2011

Aku

aku ingin bebas
bebas seperti burung yang terbang diudara
menari dengan riang
berkicau dengan merdu
bersama-sama melewati arus angin
menghilangkan penak
menghapus duka
membuat kebahagiaan itu menjadi hal yang nyata

aku ingin seperti ikan-ikan di samudera
bebas pergi kemanapun ia mau
menikmati indahnya pemandangan bawah laut
melupakan sejenak jenuh ku
menghidupkan semangat jiwa bersama teman
berenang mengitari luasnya samudera
membuat hidup menjadi berarti
seakan beban hanyalah debu

aku tak mau terus menerus menjadi daun yang rapuh
yang menunggu angin untuk menjatuhkannya
hanya bisa diinjak dan tak diperdulikan
disapu dan dibakar oleh si jago merah
tubuhnya rapuh, mudah hancur
aku tak mau menjadi seperi itu

aku ingin menjadi batang pohon yang kokoh
yang dapat bertahan meski badai datang
menjadi pohon yang menghasilkan daun yang kuat,
buah yang manis pun menjadi perhiasan ku
menjadi pohon tempat orang berteduh
menjadi pohon yang memberikan arti kehidupan

aku ingin bebas
bukan hanya seperti burung,
aku ingin seperti angin
tidak dapat digoyahkan!
terus saja berhembus meski sesuatu mencoba menghadang
tak ada yang dapat menahan angin
semua orang juga membutuhkanya
aku ingin bisa terus dirasakan meski tak ada yang melihat

aku bukan berharap untuk menjadi benda mati
aku hanya berharap memiliki fungsi seperti mereka
seperti angin yang dapat dirasakan meski tak terlihat
menjadi tempat berteduh seperti pohon yang kokoh
aku juga tidak berharap menjadi seekor binatang
aku hanya ingin menjadi bumbu pemanis dalam hidup manusia
seperti burung-burung dan ikan-ikan,
mereka siap mendengarkan curahan hati manusia

aku hanya berharap..
berharap..
dan berharap..
aku berharap semua ini akan menjadi nyata
berharap aku dapat memberikan sedikit arti dihidupmu
berharap menjadi alasan dibalik senyuman mereka,
mereka yang aku sayangi
bahkan bagi mereka yang tidak mengenal aku
aku berharap dapat menjadi sesuatu yang berati.


thanks for reading! :)

by: Hana Permata Christy S


Sabtu, 15 Oktober 2011

Sang Seniman

bagai kanvas yang sedang dilukis
bagai kuas ditangan sang seniman
seperti itulah hidupku ditangan Mu
terukir perlahan

Tak hanya tinta berwarna cerah yang Ia goreskan
tinta berwarna gelap pun ikut dipakaiNya
tidak hanya rasa senang yang aku alami
perih pun ikut menyempurnakan kehidupanku

Lukisan itu belum sempurna
sama halnya dengan hidupku
rencanaNya dan pekerjaanNya sajalah
yang akan menyenpurnakan

aku izinkan Tuhan menjadi seniman hidupku
karena aku tak akan ragu akan masa depanku
bila Ia yang menentukan warna-warna kehidupan
Dialah seniman yang bijaksana

aku ingin menjadi lukisannya
lukisan yang menjadi berkat bagi yang melihat
menjadi lukisan dimana orang-orang bisa melihat ku
dengan senyum indah diwajahnya

ini aku Tuhan,
aku siap menjadi kanvasMu
aku yakin Engkau telah merencanakan sebuah lukisan
yang tak pernah aku bayangkan

lukisan yang menjadi berkat :)
God bless you all <3

by: Hana Permata Christy S

Jumat, 14 Oktober 2011

surat untuk dia

ku goreskan tinta hitam diatas selembar kertas
ku ukir tiap huruf diatasnya
tangaku bergerak begitu cepat
hatiku menahan rasa perih

emosi ku tak terkendali
kutumpahkan semua rasa terpemdamku
goresan itu terhenti
airmataku diam-diam jatuh keatas lemabaran ini

surat ini untuk dia
surat yang terakhir
surat sebelum aku pergi
surat yang mengawali perpisahanku dengannya

surat ini untuk dia yang tidak mencintai aku
surat ini untuk dia yang memberi aku
semangat juang tanpa kata melawan rasa sakit ini
hingga sekarang aku akan pergi.


thanks for reading!:)

by: Hana Permata Christy S

Selasa, 11 Oktober 2011

ibu.

Belaian lembut dari tangan seseorang menyentuh kepalaku
Ku buka mataku dan kepandang hadirnya
Ku telusuri setiap makna tatapan mata indahnya
Dan kurasakan arti tiap belaiannya.

Siapakah dia? Pertanyaan itu terlintas dipikiranku
Kini waktu telah menjawabnya
Dialah ibu..
Seseorang yang membelaiku dengan penuh cinta

Belaiannya pun tak hilang sampai sekarang
Senyumnya tak pernah luntur
Meski terkadang ada butiran Kristal kecil yang
Mengalir di pipinya.

Tangannya tak pernah lelah untuk menopangku
Hatinya teguh mempertahankan masa depanku
Kasih sayangnya terus betambah dari hari ke hari
Senyumnya menenangkan gelisah hatiku

Ibu..
Biarlah kini aku membalas jasa – jasa berhargamu
Membuang semua rasa gundah dihatimu
Melenyapkan rasa khuatirmu terhadapku

Biar kini aku menumbuhkan rasa bangga didalam hatimu
Meski aku tahu ini tidak akan cukup
Namun bagiku, membuatmu tersenyum dan merasa bangga
Itulah air yang menyejukan ku ketika kekeringan berusaha merusak seagalanya.

Tetaplah menjadi jendela hidupku bu!
Jangan hentikan goresan tinta kehidupanmu didalam ku
Tetaplam menjadi pelitaku
Dan menjadi orang tersayangku.

LOVE YOU MOM! {}
thanks for reading!:)

by: Hana Permata Christy S

Rabu, 28 September 2011

cerita penting

Gua punya temen, namanya Viona, dia gila banget, parah.

Minggu, 25 September 2011

PUPUP. blup.

              apasih yang biasanya kalian omongin saat kalian lagi ngumpul bareng temen-temen kalian? cowok? fashion? ulangan? sekolah? tugas? liburan? keluarga? jalan-jalan? dan masih banyak hal normal yang biasa diomongin. Tapi gua menemukan suatu kejanggalan dalam obrolan sehari-hari gua dan temen-temen gua. Perna suatu pagi pas kita lagi pada ngumpul kita layaknya manusia biasa ya ngobrol-ngobrol dan tiba-tiba aja kita membicarakan proses keluarnya benda coklat, kenyal, dan bau itu.

          Jadi, ada seseorang yang gua gak tau kenapa dia tuh kayaknya penasaran sama rutinitas eek sesorang. Kalau dia, sirem dulu baru cebok. Nah, dia itu penasaran sama temen-temennya, apakah mereka punya susunan/tatacara eek yang sama dengannya? Akhirnya dengan beraninya dia mengatakan hal, "eh, lu kalo eek cebok dulu atau sirem dulu?" dan dengan polosnya temen-temen gua ngejawabin dia. Viona:"kalo gua sih, sirem dulu baru cebok." Felice:"samaa" Mary:"gua sih cebok dulu loh." terus temen gua ini nanya lagi, "kalo cebok dulu lu gak kena pupupnya apa?" dan dengan entengnya mary menjawab, "enggak." Setelah itu dia nanya lagi, "lu tahan napas gak kalo pupup?" dan mereka bertiga menjawab "enggalah, ngapain? nggak bau ini." Dan temen gua yang nanya ini kaget dan bilang "EMANG KALIAN GAK KEBAUAN APA?" dengan tawa yang menyertai mereka menjwab, "enggaak." cukup aneh karena kalo gak tahan napas harusnya bau.

         pertanyaan lain yang muncul dari temen gua itu, "kalian kalo sirem gimana?" felice:"gua sih di flash gitu." oke jwaban yang normal buat anak remaja tapi mary sama viona engga. Mereka bakal bangun dari tempat closetnya menatapi benda-benda indah yang kira - kira ada 3 jumlahnya (kata mary) atau nggak bisa banyak banget (kata viona) dan kalo mary dia pake air biasa nyiram eeknya tapi kalo viona dengan ember biru yang berisi air habis pel lantai rumah dia siram partikel coklat itu sampe masuk kedalam. Mungkin dia takut mampet kalo dikit-dikit.

        temen-temen gua ini termaksud anak remaja yang suka ngomongin pupup. Jadi, tadi gua lagi tidur dirumah felice karena ngantuk pastinya, kalo laper gua makan. Tiba-tiba gua kebangun karena ada suara ketawa dari 2 makhluk perempuan yang gak jelas. Pas gua tanya sama Mary dan Felice ternyata mereka ketawa gara-gara ngomongin pupup. Mereka bilang, "bayangin deh ada cowok lagi vn-an sama ceweknya pas ceweknya tanya lagi apa sayang? dia jwabnya bohong 'lagi beatbox sayang. clup clup.' padahal lagi pupu dan pas ceweknya tau mereka putus gara-gara ceweknya ilfeel denger suara kentut mencret dari sang kekasih." abis ngomong gitu mereka ketawa gak jelas gitu.

       Mungkin bagi mereka ada kesenangan tersendiri kali ya bisa ngomongin pupup. Tapi kata pupup itu sebenernya unyu hahaha.